SINGARAJA – Dalam upaya melestarikan dan mengembangkan potensi kriya lokal, tim dosen dari Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Petandakan. Kegiatan ini merupakan wujud implementasi dari hibah bergengsi tingkat nasional, yakni Program Inovasi Seni Nusantara Tahun Anggaran 2026. Program tersebut diselenggarakan langsung di bawah naungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Mengusung judul pengabdian “Transformasi Dulang Tradisional ke Dulang Fiber Inovatif dalam Mendukung Keberlanjutan Seni Kriya Bali di Desa Petandakan”, program ini digawangi langsung oleh akademisi FTK Undiksha, Dr. Agus Aan Jiwa Permana, S.Kom., M.Cs., selaku Ketua Tim Pelaksana. Dalam pelaksanaannya, beliau didampingi oleh dua dosen FTK lainnya sebagai anggota tim, yaitu Prof. Dr. Ir. Kadek Rihendra Dantes, S.T., M.T., dan Ketut Udy Ariawan, S.T., M.T. Guna memperkuat keilmuan dan luaran dari program ini, tim FTK Undiksha juga melakukan kolaborasi lintas institusi dengan menggandeng Dr. I Nyoman Agus Suarya Putra, S.Sn., M.Sn., akademisi dari Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) sebagai anggota tim pelaksana.
Sinergi tim pelaksana ini diwujudkan melalui serangkaian kegiatan pelatihan terstruktur yang diberikan kepada para pengrajin di Desa Petandakan. Rangkaian kegiatan tersebut difokuskan pada tiga materi utama, meliputi Pelatihan Inovasi Seni Kriya Dulang Berbasis Nilai Budaya Bali, Pelatihan Desain dan Pengembangan Bentuk Dulang Fiber, serta Pelatihan Dasar Pengolahan Material Fiber Komposit. Pendekatan komprehensif ini dirancang khusus untuk memberikan solusi teknologi material baru kepada para pengrajin, tanpa menghilangkan nilai estetika dan filosofi budaya lokal yang melekat pada kriya Bali.
Keberhasilan para dosen FTK Undiksha dalam meraih dan merealisasikan program kementerian ini menjadi bukti nyata kontribusi sumber daya manusia fakultas terhadap pemecahan masalah di tengah masyarakat. Melalui transfer teknologi pengolahan material komposit fiber, produk dulang karya pengrajin Desa Petandakan diharapkan memiliki daya tahan yang lebih tinggi dan proses produksi yang lebih efisien, sehingga mampu meningkatkan daya saing produk kriya lokal di pasar yang lebih luas.













