BULELENG – Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali unjuk gigi dengan memamerkan beragam produk inovasi karya sivitas akademikanya pada ajang Buleleng Festival 2026 yang berlangsung sejak 18 hingga 23 Agustus 2026. Dari sekian banyak karya teknologi terapan yang menghiasi stan pameran FTK, salah satu produk unggulan yang sukses mencuri perhatian publik adalah inovasi Bra Elektronik (E-Bra) berbasis Internet of Things (IoT) yang diketuai oleh Ketut Udy Ariawan, S.T., M.T. Karya inovatif lintas disiplin ini dirancang khusus sebagai alat bantu proses laktasi dalam upaya mendukung pencegahan stunting di masyarakat.
Inovasi di bawah komando Ketut Udy Ariawan yang mendapat pendanaan dari Program Bantuan Biaya Luaran Prototipe Tahun 2026 ini hadir dalam wujud perangkat wearable yang ergonomis. Teknologi E-Bra memadukan sistem elektronik, sensor, aktuator, mikrokontroler, serta konektivitas IoT di dalam sebuah perangkat yang dikenakan langsung pada tubuh pengguna. Konsep cerdas tersebut bekerja dengan memberikan dukungan stimulasi termal dan mekanik secara terukur kepada ibu menyusui, sekaligus membuka peluang pemantauan kualitas dan parameter laktasi secara lebih sistematis melalui sistem digital.
Sepanjang perhelatan Buleleng Festival, wujud fisik prototipe E-Bra dipamerkan berdampingan dengan poster penelitiannya, bersanding dengan deretan inovasi unggulan FTK lainnya. Kehadiran purwarupa ini menjadi langkah strategis dalam proses diseminasi hasil inovasi perguruan tinggi langsung kepada masyarakat luas. Dokumentasi selama kegiatan memperlihatkan antusiasme dan interaksi aktif dari para pengunjung di area pameran, yang menunjukkan tingginya ketertarikan publik terhadap pengembangan teknologi kesehatan yang diangkat dari permasalahan nyata di lapangan.
Pengembangan E-Bra ke depannya dipastikan tidak hanya menitikberatkan pada aspek perangkat keras semata, melainkan juga berfokus kuat pada integrasi sistem dan rancangan penggunaan yang lebih matang. Tim pengembang akan terus melakukan penyempurnaan desain, pengujian kinerja, serta penguatan aspek kenyamanan dan keandalan sistem. Melalui langkah pengembangan yang berkelanjutan tersebut, E-Bra diharapkan tidak berhenti pada tahap demonstrasi di ajang pameran saja, melainkan dapat segera berlanjut ke tahap hilirisasi menjadi produk teknologi bernilai guna tinggi dalam mengoptimalkan pemberian ASI.










