Singaraja, 28 Agustus 2026 – Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menyelenggarakan The 6th International Conference on Vocational Education and Technology (IConVET) 2026, Jumat (28/8/2026). Konferensi ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Ganesha. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid pada 27-28 Agustus 2026. IConVET 2026 mengusung tema “Advancing Innovation in Engineering, Technology, and Vocational Education for Sustainable Energy and Green Industries.” Tema tersebut menempatkan inovasi teknologi dan pendidikan vokasional sebagai bagian penting dalam menjawab perubahan kebutuhan industri sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Konferensi internasional ini menghadirkan 190 paper dan tiga invited speakers dari Indonesia, Hong Kong, dan India untuk membahas pengembangan teknologi, pendidikan vokasional, energi berkelanjutan, dan industri hijau.

Dekan FTK Undiksha, Prof. Dr. Ir. Kadek Rihendra Dantes, S.T., M.T., mengatakan penyelenggaraan IConVET menjadi bagian dari upaya FTK Undiksha memperluas ruang pertukaran pengetahuan dan memperkuat jejaring akademik di tingkat internasional. “IConVET menjadi ruang bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk bertukar gagasan. Melalui konferensi ini, kami ingin mendorong inovasi yang memiliki orientasi terhadap keberlanjutan,” ujar Prof. Rihendra Menurutnya, perkembangan teknologi yang berlangsung cepat menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi. Pendidikan vokasional, memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan penyiapan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja dan industri. IConVET 2026 menghadirkan tiga invited speakers, yakni Prof. Sean William John McMinn dari Hong Kong University of Science and Technology, Hong Kong; Dr. I Made Agus Wirawan dari Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia; serta Prof. Dilip Kumar Sharma dari GLA University, India. Ketiga narasumber tersebut memberikan perspektif dari lingkungan akademik dan teknologi yang berbeda. Sesi invited speaker kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama peserta. Ketua Panitia IConVET 2026, Dr. Nyoman Sugihartini, S.Pd., M.Pd., mengatakan penyelenggaraan konferensi tahun ini mendapat respons positif dari kalangan akademisi dan peneliti. Hal tersebut tercermin dari jumlah karya ilmiah yang masuk dan menjadi bagian dari konferensi. “Tahun ini kami menerima dan memfasilitasi 190 paper yang menjadi bagian dari IConVET 2026. Kami berharap konferensi ini tidak berhenti pada kegiatan presentasi, tetapi dapat berkembang menjadi jejaring kolaborasi penelitian dan inovasi,” ujar Dr. Sugihartini.

Ratusan paper tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian konferensi. Para penulis diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian melalui sesi paralel yang melibatkan moderator, penulis, dan peserta. Penyelenggaraan IConVET 2026 juga memperkuat posisi FTK Undiksha sebagai bagian dari ekosistem akademik yang mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan menghadirkan 190 paper dan tiga invited speakers dari lintas negara, IConVET 2026 diharapkan dapat menghasilkan pertukaran gagasan yang berkelanjutan serta membuka peluang kerja sama dalam penelitian, publikasi, pengembangan teknologi, dan pendidikan vokasional.

Melalui tema inovasi rekayasa, teknologi, pendidikan vokasional, energi berkelanjutan, dan industri hijau, FTK Undiksha menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia dan inovasi teknologi yang mampu merespons tantangan industri sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.









