SINGARAJA – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), khususnya melalui karya inovatif dosen Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK), kembali unjuk gigi di ruang publik. Produk berupa dulang fiber inovatif hasil kegiatan Program PISN resmi dipamerkan dalam ajang Buleleng Festival 2026. Pameran ini mengusung tajuk “Transformasi Dulang Tradisional ke Dulang Fiber Inovatif dalam Mendukung Keberlanjutan Seni Kriya Bali di Desa Petandakan”.
Buleleng Festival yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng pada 18 hingga 23 Agustus 2026 ini menjadi etalase strategis bagi berbagai inovasi pendidikan tinggi. Keikutsertaan Undiksha dalam pameran tersebut merupakan wujud nyata partisipasi kampus dalam mempromosikan potensi daerah. Lebih dari itu, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi dan keterhubungan antara akademisi, masyarakat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha kreatif.
Di stan Undiksha, dulang fiber inovatif sukses menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pengunjung. Produk ini merupakan hasil pengembangan dari dulang tradisional yang dimodifikasi menggunakan material fiber. Meski mengadaptasi teknologi material modern, karya inovatif ini tetap mempertahankan karakter visual dan nilai estetika khas seni kriya Bali. Lewat berbagai desain yang dipamerkan, masyarakat dapat melihat langsung proses transformasi produk dari bentuk konvensional menuju produk yang lebih fungsional, kuat, dan inovatif.
Kesuksesan produk ini tidak lepas dari kolaborasi lintas disiplin ilmu yang digagas oleh tim pelaksana Program PISN. Tim ini diketuai oleh Dr. Agus Aan Jiwa Permana, S.Kom., M.Cs., (Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak), bersama dua anggotanya yakni Prof. Dr. Ir. Kadek Rihendra Dantes, S.T., M.T., (Program Studi S2 Administrasi Pendidikan) dan Ketut Udy Ariawan, S.T., M.T., (Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika). Ketiga akademisi Undiksha tersebut merupakan dosen kebanggaan dari Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK). Guna menyempurnakan estetika produk, program ini juga menggandeng Dr. I Nyoman Agus Suarya Putra, S.Sn., M.Sn., dari Program Studi Desain Komunikasi Visual Instiki.
Komposisi tim lintas disiplin tersebut membuktikan bahwa perpaduan antara aspek teknologi, rekayasa, pendidikan, dan desain mampu mengangkat potensi budaya lokal ke level yang lebih tinggi. Kehadiran produk dulang fiber ini juga menegaskan bahwa hasil riset dan pengabdian di lingkungan kampus tidak hanya berhenti di atas kertas atau pada masyarakat mitra, tetapi mampu dibawa ke ruang publik untuk diapresiasi dan dikembangkan lebih lanjut.
Bagi FTK dan Undiksha secara umum, keterlibatan di Buleleng Festival merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk menghadirkan inovasi yang berakar pada kearifan lokal. Pameran yang berlangsung hingga 23 Agustus 2026 ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas produk hasil riset kampus, memperluas jangkauan edukasi ke masyarakat, serta memacu keberlanjutan inovasi kriya Bali yang memadukan unsur budaya, kreativitas, dan teknologi.











