SINGARAJA — Setelah melalui masa transisi selama enam bulan, Proyek Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Riset Independen Smart Green Garden Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) akhirnya resmi beroperasi kembali. Tidak hanya sekadar berpindah lokasi, fasilitas ini kini telah berkembang dan bertransformasi sepenuhnya menjadi Project Living Lab.
Peresmian dan pembukaan kembali fasilitas inovatif ini dilaksanakan pada Selasa (18/8/2026). Acara tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor I Undiksha Prof. Dr. Gede Rasben Dantes, S.T, M.T.I., Dekan FTK Undiksha, serta turut dihadiri oleh Direktur Dago Engineering yang menjadi salah satu pendorong kolaborasi industri dalam proyek ini.
Proses pemindahan dari Kampus Jineng Dalem menuju Kampus Udayana ini memakan waktu kurang lebih setengah tahun. Waktu tersebut dimanfaatkan untuk merancang ulang dan mengoptimalkan fungsi fasilitas agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri saat ini.
Sebagai wajah baru dari pusat riset fakultas, Project Living Lab langsung menunjukkan produktivitasnya. Pada semester pertama operasionalnya, laboratorium terintegrasi ini langsung menaungi 20 judul riset mahasiswa dan 2 judul riset dosen.
Penelitian-penelitian yang dilakukan di dalam Living Lab ini berfokus pada penerapan teknologi mutakhir. Adapun tematik riset yang diangkat meliputi smart farming and fisheries, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), panel surya (solar cell), data science, computer vision, jaringan (network), hingga pembelajaran mesin (machine learning).
Tidak hanya berfungsi sebagai pusat penelitian akademik, Living Lab FTK Undiksha juga mengemban peran penting dalam menjembatani dunia pendidikan dan industri nyata. Tercatat, fasilitas ini telah menaungi lebih dari 30 mahasiswa yang tergabung dalam program magang teaching industry factory.
Melalui transformasi dari Smart Green Garden menjadi Living Lab, FTK Undiksha berharap dapat terus menyediakan wadah kolaboratif yang komprehensif bagi civitas akademika. Langkah strategis ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga adaptif dan aplikatif terhadap kebutuhan teknologi masa depan.











