BULELENG – Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mengambil langkah proaktif dalam merespons tantangan penjaminan mutu di tengah keragaman standar lembaga akreditasi. Tepat pada Rabu (19/8/2026) pagi, FTK secara resmi menyelenggarakan kegiatan “Workshop Audit Ketersediaan Eviden dan Analisis Kesenjangan Akreditasi Lintas-LAM” yang dipusatkan di Ruang Ganesha 2, Gedung E FTK.
Kegiatan strategis dihadiri langsung oleh Dekan FTK Undiksha, Prof.Dr. Ir. Kadek Rihendra Dantes, S.T., M.T.. Turut mendampingi dalam acara tersebut adalah Wakil Dekan I (WD1) FTK, serta seluruh anggota Gugus Kendali Mutu (GKM), baik yang bertugas di tingkat fakultas maupun di masing-masing program studi (prodi). Kehadiran seluruh elemen mutu ini menandakan keseriusan fakultas dalam menyelaraskan persiapan dokumen akreditasi secara kolektif.
Dalam sambutan pembukanya, Dekan FTK menekankan bahwa fakultas saat ini tengah menghadapi tantangan yang cukup besar karena harus menaungi berbagai prodi yang bernaung di bawah tiga lembaga akreditasi berbeda, yakni LAMDIK, LAM INFOKOM, dan LAM Teknik. Dekan mengakui bahwa ketiga lembaga tersebut memiliki karakteristik, indikator penilaian, serta kebiasaan yang sangat beragam, yang menuntut fleksibilitas dan kesiapan data yang matang dari pihak fakultas dan prodi.
“Tujuan utama kita adalah menciptakan efisiensi melalui integrasi dokumen. Kita menargetkan agar satu dokumen yang berkualitas dapat digunakan untuk memenuhi kriteria di ketiga lembaga tersebut, sehingga beban administratif di tingkat prodi dapat berkurang secara signifikan,” tegas Kadek Rihendra Dantes.
Lebih lanjut, Dekan menggarisbawahi peran sentral dan krusial dari GKM dalam memotret kondisi nyata di masing-masing prodi. Hal ini dilakukan melalui serangkaian evaluasi periodik, seperti evaluasi proses pembelajaran dan tingkat kepuasan. Evaluasi yang berkesinambungan ini dinilai esensial untuk memastikan ketersediaan dokumen yang benar-benar valid. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga agar data tetap konsisten dan selalu sejalan ( inline) antara instrumen di tingkat fakultas dan prodi.
Sebagai langkah inovatif untuk menjamin objektivitas evaluasi, para anggota GKM turut ditugaskan untuk melakukan peninjauan silang antar prodi. Perspektif eksternal yang objektif ini diharapkan mampu mengidentifikasi secara akurat berbagai kekurangan atau dokumen yang belum berstatus valid di prodi lainnya. Sebagai bentuk komitmen puncak, pimpinan fakultas berjanji akan menyediakan dokumen-dokumen yang bersifat general yang siap dirujuk oleh seluruh prodi dalam menghadapi tahapan krusial, yaitu asesmen lapangan pada jalur akreditasi nasional.











