SINGARAJA — Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali memperkenalkan hasil riset dan inovasi teknologi kepada masyarakat melalui ajang Buleleng Festival (Bulfest) 2026. Salah satu inovasi yang dipamerkan adalah SWASTI-G (Smart Weather Agro Station berbasis IoT–Ganesha), sebuah prototipe sistem pemantauan lingkungan pertanian yang dikembangkan untuk mendukung penerapan pertanian presisi (Precision Agriculture) berbasis data.
Buleleng Festival 2026 berlangsung pada 18–23 Agustus 2026 dan menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk memperkenalkan berbagai hasil penelitian dan inovasi kepada masyarakat. Kehadiran SWASTI-G dalam ajang tersebut menjadi bagian dari upaya mendiseminasikan hasil penelitian Undiksha sekaligus memperlihatkan pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam menjawab kebutuhan sektor pertanian.
SWASTI-G merupakan hasil pengembangan prototipe Smart AgroWeather Station yang mengintegrasikan sistem Automatic Weather Station (AWS) dengan pemantauan kondisi tanah berbasis IoT. Sistem ini dirancang untuk mengukur, merekam, mengolah, dan mengirimkan data lingkungan secara otomatis dan berkelanjutan sehingga kondisi lingkungan pertanian dapat dipantau tanpa pengawasan manusia secara langsung.
Prototipe ini dilengkapi sejumlah sensor untuk memperoleh informasi parameter lingkungan secara lebih komprehensif. Parameter yang dipantau meliputi suhu udara, kelembapan udara, kecepatan dan arah angin, intensitas cahaya matahari, curah hujan, suhu tanah, serta kelembapan tanah. Data dari berbagai sensor tersebut selanjutnya diproses dan dikirimkan melalui jaringan komunikasi sehingga dapat dipantau secara real-time.
Pengembangan SWASTI-G tidak berhenti pada fungsi pengukuran. Sistem ini dirancang sebagai bagian dari ekosistem pertanian berbasis data. Informasi yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan pendukung dalam memahami kondisi lahan, mengelola kegiatan pertanian, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, serta membantu proses pengambilan keputusan dalam penerapan Precision Agriculture.
Salah satu keunggulan prototipe SWASTI-G adalah kemampuannya untuk beroperasi secara mandiri. Sistem memanfaatkan panel surya 30 WP sebagai sumber energi sehingga memungkinkan perangkat ditempatkan pada lokasi yang tidak terjangkau jaringan listrik PLN. Selain itu, SWASTI-G dilengkapi sistem pemantauan kondisi catu daya, termasuk kondisi baterai dan kinerja panel surya.
Dalam proses pengiriman data, SWASTI-G memanfaatkan jaringan seluler 4G, sehingga data hasil pengukuran dapat dikirimkan secara nirkabel dan dipantau dari jarak jauh. Sistem perangkat juga menggunakan protokol Modbus RTU, protokol pengiriman data MQTT, dan format data JSON untuk mendukung proses integrasi dan pemantauan secara real-time.
Untuk memudahkan pengguna dalam memperoleh informasi, SWASTI-G telah dilengkapi platform pemantauan berbasis web yang dapat diakses melalui swastig.iot-undiksha.com. Platform tersebut menyediakan pemantauan kondisi perangkat dan data lingkungan, termasuk informasi suhu, kelembapan, curah hujan, serta kondisi daya panel surya dalam bentuk metrik dan visualisasi interaktif. Data historis juga dapat ditinjau dan diekspor untuk kebutuhan pelaporan maupun analisis lebih lanjut.
Pameran SWASTI-G pada Buleleng Festival 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan hasil penelitian perguruan tinggi kepada masyarakat sekaligus memperkuat pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian. Tidak terbatas pada satu jenis komoditas atau lokasi tertentu, SWASTI-G dikembangkan untuk mendukung pemantauan kondisi lingkungan pertanian secara presisi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan berbagai lokasi dan komoditas pertanian.











